Tanpamu

October 3rd, 2011 § 0 comments

Cukup terang lampu yang menyinari ruangku. Pukul 22.47 aku berbaring di atas kasur busa. Di sampingku ada temanku yang juga sedang memegang laptop, menjelajah internet dengan koneksi hotspot seadanya. Aku sembari memakai headphone mendengarkan beberapa lagu. Satu lagu yang cukup searus dengan aliran perasaanku.

kalau seperti ini aku harus bagaimana
tak mengerti, tak punya cara untuk menghadapinya
belum siap ku menerima semua yang terjadi
tiba-tiba saja kamu pergi, tak bersamaku lagi

Sepotong lirik lagu yang dinyanyikan Ipang dengan titel Tanpamu, membuatku dibawanya seolah kembali ke memori masa lampau yang masih aku coba untuk memendamnya sedalam mungkin. Teringat sesuatu yang seronok, namun cukup pedih.

Masih kuingat kisah cinta pertamaku – walau bukan taksiran yang pertama – dengannya. Hatiku dibuatnya deg-degan lebih dari seminggu, tiap hari, hingga aku khawatir dengan jantungku yang berdegup begitu kencang, hari-hari sebelum aku berani – untuk pertama kalinya – mengungkapkan perasaan pada lawan jenis. Manis, itu yang terlihat di mataku. Cerdas, itu yang terpikir di otakku. Merdu, itu yang terdengar di telingaku. Aku menganggap ialah yang sempurna, dengan segala keberhasilannya.

“lo bgtu jwb na  bkn iya. tp…. njeh :$”

Aku tergerak untuk kembali membuka memori masa lampau, ketika dia menerima pernyataan cintaku, pertama kalinya. Aku tak menyangka aku bisa dengannya. Kata-kata waktu itu masih sama persis aku simpan – sengaja – di dalam dua memori: memori maya entah di mana ia berada dan memori suatu benda padat berbentuk balok dengan piringan di dalamnya. Entah mengapa belum – tidak – aku buang jauh-jauh hari. Dan satu lagi memori dari pemberian Yang Mahakuasa yang hanya bisa terhapus oleh kikisan waktu dan peristiwa.

Waktu pun berjalan. Aku dan dia layaknya sepasang kekasih baru yang ngedate ke tempat-tempat di mana banyak pasangan yang juga mengunjunginya, senang diliputi malu. Tapi itu berkelanjutan, tak ada keberanian. Kadang, sekarang pun aku masih kecewa mengapa aku seperti bungkam di hadapannya. Padahal, aku hanya berperasaan malu yang luar biasa. Aku benar-benar menganggapnya seperti dewi atau malaikat yang turun dari langit, suci bersih tiada noda dan takut untuk menodai. Sempat bertahan, namun kandas di tengah jalan.

Sesalku tidak menunjukkan keberanianku sekadar dalam hal mulut belaka. Kebosanan muncul dalam benaknya, seperti halnya nada yang tidak berirama, monoton. Perkembangan pembicaraan berjalan di tempat. Tak ada komando maju jalan dari dalam lubuk hati pribadi. Dikalahkan dengan sangkaan tinggi akannya dewi sempurna. Padahal dia coba untuk mengimbangi ketimpangan itu.

“Belum dewasa,” pikirku sekarang menanggapi hal itu semua. Dia pun tak kuasa, pergi.

kenyataan belum tentu sama dengan harapan
tak sedikit cinta yang berubah menjadi sangat menyakitkan
ketika kau pergi tinggalkan aku
tak lagi peduli sanggupkah aku tanpamu, tanpamu
kau pikir aku sanggup sendiri dan bisa menerima
semuanya yang telah terjadi bisa membuat aku gila

Sekarang pun aku masih merasa dia yang terhebat. Aku memandang, keberhasilan di tangannya kelak. Lain sisi, mungkin aku tidak pernah dipikirkannya kembali. Hapusan memorinya telah melampaui jauh ke hadapan hal-hal yang tidak berguna baginya. Menyakitkan. Aku – bisa – gila.

Namun, semuanya hanyalah bualan waktu saja. Merugi dalam hal yang sebenar-benarnya menarik ingatan terpendam dalam untuk kembali ke permukaan, membuang energi. Paling tidak, aku bisa bernostalgia saat memori itu kembali. Atau aku bisa memandang ke depan lebih baik dengan mempertimbangkan hal yang terjadi dalam memori itu. Yang jelas, aku bangga pernah bersamamu. Aku bangga sebenar-benar bangga padamu. Andai waktu kembali, akan kuubah semua tingkah burukku. Tetapi waktu selalu berjalan maju. Andai ada kesempatan kedua, akan kuusahakan sekuat jiwa-raga. Tapi kesempatan tidak datang dua kali. Dialah Yang Maha Mengetahui.

Waktu sudah pukul 00.14, saatnya untuk beristirahat. Semoga kenangan ini menjadi kenangan yang manis untuk masa depan yang cerah.

Tanpamu, aku bisa gila. Tanpamu, aku bisa bahagia. :)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>