Mengutip Boleh, Asal Cantumkan Sumbernya!

November 4th, 2012 § 1 comment § permalink

Salah satu etika dalam pengutipan, penyaduran, atau penyebarluasan hak cipta adalah dengan pencantuman sumbernya. Hak cipta di sini dapat berarti bermacam-macam, mulai dari kata-kata mutiara, hingga mahakarya teknologi seperti musik hingga dunia mesin dan arsitektur. Untuk kali ini, aku ingin membahas tentang etika pengutipan di internet, utamanya artikel-artikel yang bersumber dari internet.

Memang pada dasarnya, kita belum terbiasa memberikan cantuman sumber artikel yang berasal dari situs web di internet. Berbeda dengan saat kita mengutip beberapa pernyataan di buku yang cantuman sumbernya diwujudkan dalam daftar pustaka. Pun sebenarnya dalam menulis artikel di blog juga seperti itu. Jika kita setelah membaca salah satu artikel menarik dari suatu situs web dan hendak kita publikasikan juga di blog yang kita miliki, hal yang paling mendasar ialah mencantumkan sumbernya.

Pelanggaran hak cipta adalah » Read the rest of this entry «

Bersiaplah!

September 29th, 2012 § 0 comments § permalink

Gunung kembar berdiri gagah layaknya sepasang gumuk pasir di pantai yang tak roboh dihembus angin kencang sekalipun. Angan yang bagi beberapa orang sudah biasa, tapi bagiku adalah hal yang luar biasa. Berawal dari keinginan pribadi yang belum begitu muluk. Maklum, aku bukan orang kaya, dan bukan berasal dari keluarga konglomerat.

Suatu malam, saat acara sembahyang peringatan mendiang bude yang telah menginjak tahun ke-8, kakak sepupu membilang padaku, “Sekarang itu ke luar negeri murah; malah lebih murah ke luar negeri daripada ke kota-kota di Indonesia. …. Kapan-kapan, kamu jajal saja. Sekali-sekali ‘kan tidak apa-apa.”

Selang beberapa waktu, » Read the rest of this entry «

Teman?

August 4th, 2012 § 2 comments § permalink

Apakah teman itu?

Teman adalah orang yang kita anggap dekat dengan kita
Teman adalah orang yang kita percaya padanya
Teman adalah orang yang kita santai jalan dengannya
Teman adalah orang yang kita enak mengobrol dengannya
Teman adalah orang yang tahu keadaan kita
Teman adalah orang yang respek dengan kita

Apakah itu teman?

Bukan, itu adalah sahabat
Sahabat kalau sesama jenis, mungkin pacar kalau lawan jenis

Lalu, teman itu apa? » Read the rest of this entry «

Stasiun TV di Wilayah Yogyakarta-Solo-Magelang-Klaten

July 13th, 2012 § 0 comments § permalink

Sebelumnya, pembagian kanal televisi analog di Jawa Tengah bagian tenggara dan DIY adalah sebagai berikut: wilayah layanan Yogyakarta-Klaten-Solo (22 – 48 UHF), wilayah layanan Magelang-Salatiga (50 – 62 UHF), wilayah layanan Purworejo. Adapun dalam kenyataannya, jangkauan siaran televisi yang dipancarkan justru mencakup ketiga wilayah layanan tersebut sekaligus. Pemancar-pemancar televisi mayoritas berpusat di Ngoro-oro, Patuk, Gunung Kidul, DIY. Batas terjauh yang dapat dijangkau dari lokasi pemancar adalah melingkupi Sragen, Kebumen, Temanggung, Wonosobo, Karanganyar, dan daerah sekitarnya.

Berikut daftar stasiun televisi yang dapat dijangkau dengan antena biasa di wilayah Yogyakarta-Solo-Magelang-Klaten. » Read the rest of this entry «

Kami Penyala, Ubah Mindset Mereka

June 2nd, 2012 § 0 comments § permalink

Keprihatinanku dan teman-teman mengenai rendahnya minat pelajar pedesaan untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi membuat hati kami terketuk. Kesungguhan kami untuk memajukan pendidikan, nasionalisme kami yang tinggi, dan demi tercapainya impian pelajar muda Indonesia, kami mendedikasikan diri menjadi sukarelawan fasilitator dan konselor Beasiswa Bidik Misi dan sosialisasi SNMPTN 2012.

Sebelumnya, seperti yang dipostingkan oleh rekan sejawatku, Nurul Qolbi, dalam blognya, bahwa ini bermula dari bincangan ringan.

Berawal dari obrolan singkat, antara sepasang saudara sepupu. Keisengan memposting ajakan untuk menjadi volunteer. Membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Mereka antusias. Bersemangat. Hanya ingin melihat remaja seusianya berkesempatan meraih titel sarjana, kelak, seperti mereka. Mereka paparkan alasan demi alasan mengapa harus kuliah. Mereka ceritakan perjalanan panjangnya untuk memperebutkan sebuah “jaket mahal”. Perjuangannya mendapat satu kursi di perguruan tinggi. Juga bebatuan terjal yang harus mereka lewati demi status baru: mahasiswa.
(Nurul Qolbi – Semarang, 27 Februari 2012)

Secara objektif, » Read the rest of this entry «