Hening

February 26th, 2014 § 0 comments § permalink

Burung-burung diam. Ayam tak berkokok. Anjing tak menggonggong. Singa tak mengaum. Pohon-pohon tak berdencit diembus angin. Riuh ombak pun ilusi. Seisi bumi hening seketika. Gunung pun bereaksi. Magma superpanas diludahkannya. Hujan abu di mana-mana. Semua makin hening. Yang ada hanyalah suara gemuruh letupan kecil. Letupan gunung. Kecil namun bikin ngeri. Gambaran kemarahan Sang Mahakuasa. Seluruh bumi hening, Ia rindu bunyi-bunyian tasbih-tahmid-tahlil. Irama alam yang seimbang mulai pudar. Manusia-Nya makin lupa dengan dengungan istigfar dan takbir. Alam-Nya yang sedianya beriringan mengucap syukur pada-Nya, hampir dibabat habis oleh manusia. Semua jadi hening. Ia rindu cinta manusia yang dikasihi-Nya.

Auramu

February 17th, 2014 § 0 comments § permalink

Megah, meriah
Aura memesona
Kicauan tak henti
di kala hening bumi

Jatuh, dari ketinggian
Utuh, antigores
Goresan pun tetap ada
Waspada

Kamu istimewa
yang membuatku berarti
terus menyemangati
dan memberi tak henti

Kamu kubanggakan
di mana aku berada
sesiapa yang bertanya
tiada duanya

Dayung kita baru mulai
Hilir sungai masih di depan sana
Bebatuan yang goyahkan kita, lalui saja
Tetap kita dayung berirama hingga hilir usia

Kisahku Dengannya (4)

February 1st, 2014 § 0 comments § permalink

Pagi itu aku bergegas bangun. Aku tahu matahari sudah menampakkan seluruh mimiknya, aku kesiangan. Aku dengar HP-ku berbunyi, sekira pukul 6. Dering BBM. Ya, kontak BBM-ku hanya sedikit. Itu pasti kamu. Ya, kamu, kamu yang istimewa di hatiku. Jarang sekali temanku mengirim BBM padaku. Jadi, anggap saja BBM bagiku adalah media sosial yang eksklusif untukku dalam berkomunikasi denganmu.

“Pagiiii c****,” sapamu.

“Pagi juga c****.”

Dan obrolan bangun tidur pun dimulai. Malam sebelumnya, aku mengajakmu untuk pergi ke Solo, sekadar jalan-jalan dan melihat-lihat beberapa pusat perbelanjaan yang aku sendiri pun belum sepenuhnya mengunjungi. Tapi dalam obrolan di pagi hari, kamu sempat berubah pikiran.

“C****, muter2 Jogja aja yuk. Kejauhan kalo ke Solo.”

“Okey c*****, aku pulang aja kalo gitu.”

Dan aku pun mandi. Mandiku lama di pagi hari. Paket lengkap.

Beberapa menit agak lama, » Read the rest of this entry «

Protected: Suka-Suka Liefje

December 9th, 2013 § Enter your password to view comments. § permalink

This post is password protected. To view it please enter your password below:

Kisahku Dengannya (2)

December 1st, 2013 § 0 comments § permalink

Pagi itu cukup mendung. Aku dan kamu – selepas sedikit masalah yang muncul – makan di salah satu kedai burger. Walaupun dalam perbincangan yang aku utarakan kamu sedikit merasa sebal dengan sedikit permasalahan itu, tapi kamu tetap mencoba tersenyum dan membuka topik percakapan baru yang bisa mencairkan suasana. Kamu memang sosok wanita yang dewasa, mudah sebal tapi cepat mencairkan suasana.

Selepas itu, aku mengajakmu » Read the rest of this entry «

Implisit Tergarisbawahi

November 24th, 2013 § 0 comments § permalink

Tahukah kamu ketika aku mendengar kamu berkata dari hati, “Kamu besok beneran sama aku aja ya, Mas,” air mata yang tersimpan dalam mata ini tak kuasa meluap, tertahan menjadi kaca-kaca pada mata yang coba kutahan agar tidak menetes. Aku benar-benar terharu; di jalanan, berboncengan denganmu menuju rumah saudaramu, kala itu.

“Ya, aku pun menginginkan begitu kepadamu. Bersamamu.”

Kisahku Dengannya (1)

November 17th, 2013 § 0 comments § permalink

Seperti apa sih gambaran dia yang aku pilih? Mungkin sedikit aku ingin bercerita tentangnya.

Malam itu kami bertandang ke salah satu mal yang cukup tersohor di kota itu. Kami menuju suatu supermarket di dalam mal itu. Dia mengajakku berputar-putar berkeliling, sembari membawa troli dan keranjang. Entah maksudnya bagaimana, aku masih belum bisa menangkap, karena mana ada belanja pakai troli masih juga bawa keranjang jika memang bukan barang bawaan yang betul-betul banyak.

“Mas, ayo kita beli perlengkapan anak-anak kita.”

Aku menganggapnya sebagai gambaran ketika aku » Read the rest of this entry «

For the Truth Indeed

November 6th, 2013 § 0 comments § permalink

Sehari itu cukup panjang. Namun demikian, untuk sementara, jangan dibandingkan dengan sehari di akhirat kelak. Anggap saja waktu berjalan lambat, selambat bekicot melendir maju, menuju tujuan yang pelan namun pasti. Yang jelas, aku ingin sedikit mengisahkan hari itu. Ya, hari yang khusus bagiku - tentu saja pula bagimu :) .

Aku, pada hari itu – dengan terbata-bata, mengungkapkan apa yang harus aku katakan. Tahukah bahwa, » Read the rest of this entry «

Ya, Dia Adalah Kamu

November 2nd, 2013 § 2 comments § permalink

Sejak saat itu, aku terdiam. Terdiam dari gejolak hati, mencoba menyingkir dari dunia perasaan yang cukup pahit. Aku ingin terbang seperti anai-anai, lepas dari segala beban yang bertumpu di kepala, serasa begitu berat. Aku tak ingin kembali buta dalam memandang yang terlihat, tuli dari hal yang terdengar. Memang salah dalam diri ini memaksakan hati untuk bersatu yang sedari awal memang sebenarnya secara logika sulit disatukan, diri ini yang terus memaksa untuk berusaha sebisa mungkin. Tapi itu hanya menguras segala energi, tak menghasilkan apapun. Toh, yang dicari adalah kebahagiaan yang tulus, bukan terus-menerus berusaha menyatukan apa itu definisi kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.

Mungkin hampir dua tahun aku telah » Read the rest of this entry «

Kamukah Dia?

October 21st, 2013 § 2 comments § permalink

Kali ini, aku ingin bicara soal hati. Ini bukan cerpen atau karangan tulisanku. Maaf jika sedikit cengeng.

Aku pernah berpikir ketika aku mulai menyukai seseorang, dalam benakku berkata, “Diakah jodohku?” Berkali-kali aku kembali menanyakan pertanyaan itu dalam hati, berulang-ulang. Aku tidak ingin mempermainkan perasaan. Cinta memang membutakan pandangan, dan iblis berkerumun di dekatnya, sangat dekat! Aku takut perasaan kasih yang harusnya suci itu terkotori dengan bisikan setan yang sedikit-banyak mengusikku. Bagaikan kesemutan, tak berjalannya logika dan perilaku buruk bakal menghantui dan itu dilakukan seperti di bawah alam kesadaran dan lupa akan dosa di balik semua perilaku buruk! Aku percaya bahwa seburuk apapun perilaku, Allah akan memberikan jalan terang agar kembali ke jalan yang lurus.

Aku semasa SMA pernah berprinsip jika » Read the rest of this entry «